pencak silat menembus dunia tetapi menguap di negara asalnya

baru tidur jam 03.00 dinihari dan sudah bangun lagi pagi-pagi. selepas solat subuh, langsung siap-siap membuat slide show presentasi untuk acara “ayahku idolaku” di sekolah anakku.

bahan-bahan presentasi, seperti gambar dan video, sudah kusiapkan malam sebelumnya.

ayahku idolaku ini adalah acara yang dibuat khusus untuk ayah. sang ayah wajib memberikan presentasi, mengenai apa pun, bebas… tetapi lebih diutamakan seputar pekerjaan atau hobi si ayah.

harapannya, siswa siswi sekolah tersebut mendapat inspirasi, wawasan, motivasi, dan pengetahuan langsung dari si ayah yang menekuni suatu hobi atau bidang pekerjaan tertentu.

aku sendiri membawakan materi pencak silat, sebagai seni dan budaya tradisonal asli indonesia. silat memang hobiku dari kecil dan salahs atu lifetime skill ku, salah satu passion ku yang awet sampai setua ini…

beres, rapih pikirku…bersama istri aku langsung meluncur ke sekolah anakku yang sudah lebih dulu menungguku disana.

ku kenakan celana pangsi, celana khas pencak silat, dengan atasan kemeja kotak-kotak merah. tas selempang ransel army. topi rimba bubble. sepatu santai… terakhir, tas berisi laptop, modem internet, speaker bluetooth…

harusnya baju silat ku kenakan pula, tetapi tak sempat karena sudah telat

tiba di sekolah jam 10.00 wib, wali kelas dan anak-anak sudah menungguku. telat… macet… (alesan klasik)

aku dan istriku telat, karena harus menukarkan kado atau souvenir yang akan dibagikan untuk anak-anak perempuan di sekolah itu berjumlah 12 orang. tadinya kusiapkan bantal mobil berbentuk U. tetapi pagi-pagi, istriku berubah pikiran, dan ingin mengantinya dengan boneka unicorn…

setibanya disekolah, aku langsung menyetting laptop, infocus yang sudah tersedia disekolah, dan langsung mulai presentasi… sambutan anak-anak, khususnya anakku yang meriah, kurang aku hiraukan.. sibuk mempersiapkan bahan dan alat…

waktu yang diberikan sekitar 1 jam. tetapi karena telat, aku hanya punya sisa waktu 20 menit.

setelah perkenalan singkat, presentasi langsung ku mulai dengan sebuah pertanyaan … “siapa yang tauu, apa itu pencak silat?”…

dari sekitar 20-an siswa siswi, yang berteriak tau, ternyata hanya 1-3 anak saja! wow…

aku sempat terhenyak, …termenung…. sedih di hati tanpa menunjukkan ekspresi kesedihan.

ya, gimana gak… pencak silat, salah satu seni budaya dan bela diri asli tradisonal bangsa indonesia yang berkembang di nusantara ini – yang sarat dengan ajaran moral dan etika, baik horizontal maupun vertikal ini, ..tidak familiar lagi , paling tidak di lingkungan sekolah anakku…

sedih…

tapi jiwa nasionalis ku justru sebaliknya…

aku merasa terpanggil dan tertantang!!!

langsung ke gas pol, ku geber, presentasi singkatku dengan semenarik mungkin.

ada 4 video yang kutampilkan, 2 diantaranya adalah pencak silat seni yang diperagakan oleh anak kecil berusia dibawah 7 tahun. video ketiga, adalah video cuplikan pertandingan kejuaraan dunia pencak silat berganda… berupa koreografi pencak silat pertarungan yang apik, seperti film-film laga… dan video terakhir, adalah video dokumenter tentang seorang warga negara amerika yang cinta dengan pencak silat dan mengembangkan pencak silat di amerika.

related post ยป   persiapan ramadhan untuk anak - tips mempersiapkan anak menyambut bulan ramadhan

warga negara amerika tsb, tertarik dengan pencak silat karena pencak silat berbeda dengan bela diri lain yang dia ketahui di negaranya. dalam pencak silat, selain belajar bela diri, ia juga diajarkan akhlak dan adab yang baik, sifat kekeluargaan, sifat bersyukur – walau kondisi serba sederhana, seadanya, bahkan kekurangan, tetapi para guru silat ini mampu hidup bahagia dan mulia , senantiasa bersyukur tanpa membebani atau merepotkan orang lain, tidak sombong dan arogan…. dan masih banyak lagi….

ternyata, respon dan animo anak-anak, diluar dugaan.. mereka berdiri sambil bergerak mengikuti gerakan pencak silat yang diperagakan di video.

klimaksnya, ketika mereka menyaksikan pertarungan pencak silat seni berganda pada kejuaraan dunia pencak silat. mereka bertepuk tangan, bersorak… luar biasa

sambil mengamati mereka yang antusias, ku bertanya dalam hati… kenapa bisa begini?

aku tidak mau menyalahkan globalisasi dan modernisasi. bukan sifatku untuk mencari kambing hitam..

kenapa para orangtua anak-anak ini tidak memperkenalkan pencak silat kepada mereka?

aku yakin bukan karena mereka tidak peduli dengan olahraga atau beladiri, karena buktinya ada beberapa anak dikelas itu yang mengikuti ekstrakulikuler beladiri produk negeri seberang ….

mungkin… image pencak silat… terlalu banyak hal negatif yang melekat dengan pencak silat…. misalnya, lekat dengan hal berbau klenik atau mistik….

mungkin juga, pencak silat adalah olahraga kaum pinggiran… tidak berpendidikan dan kurang intelek… gak keren…

mungkin, pencak silat tidak bisa dijadikan sebuah olahraga prestasi yang membanggakan, baik di skala nasional apalagi internasional…

mungkin… mungkin… ah… ku tau banyak sekali hal dan alasan yang mungkin muncul dibenak orang mengenai pencak silat, saat ini.

gak kerasa, presentasi ku selesai. kututup dengan sebuah pesan, bahwa kalau anak-anak suka dengan pencak silat, silahkan pelajari dan lestarikan. jangan sampai berkembang di luar tetapi hilang musnah di dalam… di dalam hati segenap anak bangsa indonesia.

pencak silat, bukanlah semata-mata bela diri layaknya bela diri lain. ia adalah seni budaya tingkat tinggi yang sarat dengan pelajaran moral, adab dan akhlak. sebuah nilai hakiki yang saat ini sangat mahal harganya…

jangan sampai, budaya barat yang bebas tanpa etika ..kita serap dan lestarikan, tetapi budaya kita yang kaya akan akhlak mulia dan sejalan dengan agama ini justru dibudayakan oleh bangsa lain… yang konon, sudah muak dengan jatidiri dan budayanya sendiri yang dikenal dengan “keren” dan “modern” itu….

…..

Bogor, Jum’at 5 mei 2017 jam 23:25 wib
— soundtrack : Somewere Down The Road – Nina

Save

Save

Leave a Comment